Kehidupan Nabi Muhammad saw

Warisan Budaya Alamiah

Romantik kehidupan Nabi Muhammad saw

Posted by Sifuli di 10 Julai 2010

Masihkah kita menyangka bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengalami konflik dalam rumah tangganya?
Sebagai gambaran: Muhammad, manusia yang paling dicintai Allah, pernah berkata kepada Aisyah r.a., isteri yang paling dicintainya, “sungguh aku tahu kapan engkau senang dan kapan engkau marah padaku.”

Aisyah bertanya, “darimana engkau tahu?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bila engkau senang, engkau akan katakan ‘tidak, demi Rabb Muhammad’. Dan ketika engkau marah, engkau mengatakan, ‘tidak, demi Rabb Ibrahim’.”

Aisyah pun berkata, “benar, wallahi, wahai Rasulullah, aku tidak menghindar kecuali menyebut namamu saja.”

(HR Bukhari dan Muslim).

Ini artinya bahwa Aisyah ra menghindar untuk menyebut nama Rasulullah SAW hanya ketika marah saja, namun sebenarnya hatinya tetap mencintainya.

Dari Hadis di atas, dapat kita simpulkan bahwa perselisihan suami-isteri terjadi pula di dalam rumah tangga Nabi SAW, sehingga salah satu diantara mereka marah, atau bahkan kedua-duanya. Tapi itu hanya kemarahan sementara yang kemudian hilang, tidak berlanjut hingga saling membenci dan bertengkar, seperti yang sering kita saksikan pada masa sekarang.

Rasulullah SAW selalu memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan seperti “Ya ‘Aisy”, “Ya Uwaisy”, atau “Ya Humaira”, untuk membuat hatinya tersanjung.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s